“Maka dari itu dilaksanakan PSU hari ini. Adapun, dalam PSU ini hanya untuk satu jenis surat suara, yakni pemilihan presiden dan wakil presiden,” terangnya.
Ia menambahkan, mekanisme PSU sama dengan pemungutan suara sebelumnya, dimulai pukul 07:00 WIB sampai 13:00 WIB. Perbedaan ada pada surat suara yang digunakan, karena memiliki stempel atau tanda PSU.
Baca Juga:
Kinerja Bawaslu Disorot, DPR Geram dengan Banyaknya PSU di Pilkada 2025
Salah seorang warga setempat, Amir mengaku tetap antusias memberikan hak suara meski harus mengikuti PSU. Meski menurutnya PSU ini tidak akan berpengaruh besar dengan hasil Pemilu, namun ia tetap ingin ambil bagian dalam pesta demokrasi.
“Kalau saya tetap semangat ikut nyoblos, karena kalau tidak, sama saja golput. Cuma suasananya memang tidak seramai pemungutan suara kemarin, warga datang satu per satu tidak langsung banyak,” ujarnya.
Pelaksanaan PSU di Kelurahan Mentaya Seberang dijaga ketat oleh pihak keamanan. Kapolres Kotim AKBP Sarpani dan Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata turun langsung untuk memantau situasi di lokasi.
Baca Juga:
Dede Yusuf Dukung Pemecatan Komisioner KPU Banjarbaru: Negara Dirugikan Akibat PSU
Sarpani menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan hingga seluruh tahapan Pemilu 2024 berakhir yang ditandai dengan pelantikan kandidat terpilih.
“Alhamdulillah, pasca pemungutan suara, 14 Februari lalu, situasi kamtibmas di Kotim masih kondusif. Terima Kasih atas kerja sama semua pihak terkait, Kodim, KPU, Bawaslu, potensi masyarakat, termasuk pemerintah daerah,” ucapnya.
Untuk pengamanan selama Pemilu 2024, Polres Kotim melibatkan 477 personel. Pihaknya juga mendapat BKO dari Polda Kalteng selama beberapa hari saat puncak Pemilu berlangsung.