"Efisiensi anggaran daerah tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan langkah untuk memfokuskan anggaran agar lebih efektif dan presisi," katanya di Palangka Raya, Selasa.
Gubernur menjabarkan sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi, pihaknya melakukan berbagai pemangkasan biaya yang dinilai kurang esensial seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, hingga rapat di hotel.
Baca Juga:
Prabowo Blak-blakan Akan Tutup 800 BUMN yang Rugi, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan
"Kami ingin memastikan anggaran benar-benar hadir di tengah harapan rakyat secara terukur, dari pedalaman hingga perkotaan,” terang Agustiar.
Adanya kondisi global dan efisiensi dari pemerintah saat ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun anggaran 2026 hanya sekitar Rp5,4 triliun.
"Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran seperti ini tapi pelayanan masyarakat adalah prioritas kami," tegasnya.
Baca Juga:
MBG Masuk Pembahasan Prabowo dan DEN, Anggaran Diminta Lebih Tepat Sasaran
[Redaktur: Patria Simorangkir]