Menurut Muliyanto, dari hasil penelitian sepanjang tahun 2023 lalu, ada sebanyak 283 bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan BBLR menjadi salah satu penyumbang angka stunting.
“Mulai bulan Januari-Maret 2024 sudah ada 20 bayi BBLR yang sudah mendapatkan intervensi dari RSUD setempat. Tindakan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua yang tidak ingin anaknya mengalami stunting,” ucapnya.
Baca Juga:
Pemprov Kalteng Kaji Penggabungan Sejumlah OPD untuk Optimalkan Kinerja Daerah
Dikatakan Muliyanto, program NUNU Center salah satunya adalah memberikan nutrisi kepada para ibu agar air susu yang dihasilkan sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.
Melalui program ini para ibu yang memiliki air susu baik diharapkan agar tidak melepas memberikan susu kaleng kepada anaknya selama enam bulan setelah melahirkan.
“Setelah dari rumah sakit, selanjutnya intervensi diserahkan kepada Puskesmas. Selama enam bulan anak diberikan air susu ibu bisa dipastikan bayi terhindar dari stunting,” kata Muliyanto.
Baca Juga:
DPW PKB Kalimantan Tengah Seleksi 30 Kandidat Ketua DPC Kabupaten dan Kota
[Redaktur: Patria Simorangkir]