KALTENG.WAHANANEWS.CO, Banjarbaru - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Program Madrasah Digital yang diselenggarakan pada 8–13 Juni 2026 di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) diikuti 30 guru madrasah aliyah negeri dan swasta dari HST yang mendapatkan pelatihan serta sertifikasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Baca Juga:
PLN UID Kalselteng Siap Dukung Haul ke-20 Abah Guru Sekumpul dengan 350 Personel
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Minggu (14/6/2026) mengatakan penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
"Selamat kepada seluruh peserta dan kami berharap ilmu dan keterampilan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan madrasah. PLN terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Iwan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah Anwar Hadimi, mengapresiasi dukungan PLN UID Kalselteng dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah di daerahnya.
Baca Juga:
PLN Kalselteng Kerahkan Petugas Pastikan Pasokan Listrik Andal Dukung Pilkada 2024
Menurut dia, digitalisasi merupakan kebutuhan yang harus dimanfaatkan secara optimal sehingga pelatihan tersebut sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Balai Diklat Keagamaan Provinsi Kalimantan Selatan Muslimin, yang menilai kolaborasi antara PLN dan Kementerian Agama dalam pengembangan kapasitas tenaga pendidik merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kalselteng Faharudin Fajar mengatakan Program Madrasah Digital merupakan wujud kontribusi PLN dalam memberikan nilai tambah sosial berkelanjutan bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan.
"Kami berharap pelatihan dan sertifikasi yang diberikan dapat membantu para guru mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta pembelajaran lebih efektif, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik," katanya.
[Redaktur: Patria Simorangkir]