Belum lagi permasalahan korupsi, mark-up nilai pesawat, hingga kasus penerimaan suap dan pencucian uang di masa lalu.
Selain itu, posisi utang Garuda saat ini tercatat sebesar USD 9,8 miliar.
Baca Juga:
Rusia Hapus Domain YouTube dan WhatsApp, Akses Internet Kian Diperketat
Bila dirinci, paling banyak merupakan utang kepada lessor yakni senilai USD 6,3 miliar.
Sementara di sisi lain, aset Garuda saat ini adalah sebesar USD 6,9 miliar.
Ini diperburuk pendapatan bulanan Garuda menyentuh titik terendah, yakni USD 20 juta.
Baca Juga:
Pelantikan Pengurus Percasi Sumedang 2026–2030, Kadisparbudpora Dorong Prestasi hingga Tingkat Nasional
Menurut Tiko, keterpurukan secara ekonomi itu selain disebabkan oleh pandemi Covid-19, juga karena salah kelola perusahaan di masa lalu.
"Jadi saya sering ditanya Garuda ini kinerjanya turun karena apa? Apakah karena korupsi atau pandemi? Ya dua-duanya, bukan salah satu. Jadi terdampak karena dua-duanya yang membuat kondisi Garuda saat ini tidak baik," kata Tiko. [non]