Belum lagi permasalahan korupsi, mark-up nilai pesawat, hingga kasus penerimaan suap dan pencucian uang di masa lalu.
Selain itu, posisi utang Garuda saat ini tercatat sebesar USD 9,8 miliar.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Bila dirinci, paling banyak merupakan utang kepada lessor yakni senilai USD 6,3 miliar.
Sementara di sisi lain, aset Garuda saat ini adalah sebesar USD 6,9 miliar.
Ini diperburuk pendapatan bulanan Garuda menyentuh titik terendah, yakni USD 20 juta.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Menurut Tiko, keterpurukan secara ekonomi itu selain disebabkan oleh pandemi Covid-19, juga karena salah kelola perusahaan di masa lalu.
"Jadi saya sering ditanya Garuda ini kinerjanya turun karena apa? Apakah karena korupsi atau pandemi? Ya dua-duanya, bukan salah satu. Jadi terdampak karena dua-duanya yang membuat kondisi Garuda saat ini tidak baik," kata Tiko. [non]