Archimedes juga merumuskan Hukum Tuas dan Keseimbangan.
Dia melakukannya dengan sangat akurat, sehingga tidak ada kemajuan ilmu yang dibuat sampai abad ke-16 M.
Baca Juga:
Mantap! Mahasiswi UNIAS Raih Juara 1 Matematika Kompetisi Akademik Tingkat Nasional
Dia juga menemukan manfaat katrol untuk mengangkat beban besar.
Dia sangat kagum dengan keuntungan mekanis yang diberikan oleh tuas dan katrol.
Terlepas dari semua hukum fisika yang dia temukan, Archimedes tidak pernah benar-benar menyebutnya sebagai ilmu fisika.
Baca Juga:
Kemenag Luncurkan Program Madrasah Pandai Berhitung, Targetkan 3 Juta Guru dan Siswa Ahli Matematika
Dia memperlakukannya sebagai teorema matematika murni, dalam logika sistem yang mirip dengan yang dikembangkan Euclid untuk geometri.
Ironisnya, ilmu pengetahuan Yunani pada zaman Archimedes memiliki kecenderungan meremehkan pengamatan dan mendukung argumen logis.
Orang Yunani percaya bahwa pengetahuan tertinggi didasarkan pada penalaran deduktif.