Saat dilakukan penangkapan, pelaku F awalnya tidak mengakui perbuatannya. Namun saat interogasi, terdapat perkataan F yang dicurigai polisi.
"Iya pelaku di rumah saja enggak berani keluar. Saat didatangi dan ditanya pelaku sempat berkata, apa ini, 'parang tidak sama saya', dari situ meyakinkan kita," Kata Budi.
Baca Juga:
Penyidik Polres Situbondo Lakukan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Desa Klatakan 2024
5. Alasan Pelaku Bugil
Kombes Budi mengungkapkan bahwa pelaku memang tak mengenakan pakaian alias bugil saat beraksi. Hal tersebut sudah sesuai pengakuan putri korban pada hari kejadian.
Menurut Budi, aksi ini dilakukan pelaku agar tak ada jejak atau barang bukti yang tertinggal di lokasi pembunuhan.
"Saat datang, pelaku ini memang menggunakan pakaian, tapi setelah sampai di depan rumah korban, pelaku melepaskan pakaiannya. Tujuannya agar barang bukti tidak ada yang tertinggal," ujar Kombes Budi.
Baca Juga:
Praktisi Hukum Asal Nias Apresiasi KY Pecat Tiga Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur
Menurutnya, pelaku F juga membuang parangnya setelah menghabisi kedua korban. Namun parang itu ditemukan kembali.
"Kita gerak mencari parang yang digunakan dan berhasil ditemukan. Selain itu, celana pendek, baju, motor milik pelaku semua kita amankan," bebernya.
6. Tiga Motif Pelaku
Polisi juga mengungkap mengatakan setidaknya ada tiga motif pelaku membunuh korban. Salah satunya adalah korban kerap mem-bully pelaku.