"Iya pelaku dendam, soalnya sering di-bully 'negro-negro' oleh korban," ujar Kombes Budi.
Alasan kedua yang membuat pelaku gelap mata adalah karena korban selama ini menjanjikan pekerjaan namun tak kunjung ditepati. Pelaku kian sakit hati karena ponselnya digadaikan oleh korban. Uang hasil gadai ponsel itu dipakai korban untuk membeli narkoba.
Baca Juga:
Penyidik Polres Situbondo Lakukan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Desa Klatakan 2024
"Antara pelaku dan korban ini sudah kenal sejak 2016, pelaku ini sakit hati dijanjikan korban pekerjaan. Karena sebelumnya pelaku sempat ikut bekerja di proyek yang dijalankan korban, tapi setelah itu tidak pernah diajak," terangnya.
"Ditambah handphone pelaku ini sempat digadaikan korban, tapi dari pengakuan pelaku uangnya tidak diberikan, itu yang menambah sakit hati pelaku," imbuhnya.[ss]